Ketemu Muslim Korea di Seoul

undefined

Pada suatu kesempatan workshop di Seoul, kami, delegasi dari Malaysia dan Indonesia, menyempatkan diri mampir ke Moslem Centre yang berlokasi di Itaewon. Tak sangka, kami bertemu dengan Pak Lee, orang Korea asli yang sudah cukup lama memeluk Islam.

Surprise juga, melihat ada wajah Korea di sini. Karena sebenarnya yang banyak bersliweran di sekitar Moslem Center (yang situasinya mirip-mirip daerah Geger Kalong) adalah kaum pendatang dari Pakistan, Iran, Turki, Arab dan tentu mahasiswa Indonesia atau Malaysia. Di dalam Mesjid pun saya juga bertemu dengan perempuan Korea, yang juga sudah Islam. Hanya saja dengan terbata-bata (karena tidak semua orang Korea bisa berbahasa Inggris) dia menjelaskan bahwa dia belum dapat memakai jilbab, karena masih proses belajar menjadi Islam. Tidak apa-apa, saya bilang padanya, bahwa saya pun  belum lama memakai jilbab, meskipun sudah seumur hidup dalam Islam.

Selain perempuan Korea tadi, kami juga berjumpa dengan banyak muda-mudi fashionista Korea (karena memang dandanan mereka keren) mondar-mandir di sekitar mesjid. Dari penjelasan Pak Lee, ternyata para fashionista ini menganggap mesjid adalah tempat wisata yang cukup menarik untuk dilihat-lihat. Selain itu sebenarnya kehidupan beragama di Korea memang kurang kental. Banyak dari generasi muda yang kurang atau bahkan tidak mengenal Tuhan. Maka, banyak dari mereka yang penasaran melihat dari dan dekat kegiatan umat Muslim di Moslem Center ini. Dan memang setelah kenal, beberapa dari mereka akhirnya menjadi mualaf.

Penduduk Muslim di Korea hanya sekitar 145 ribu orang dari jumlah penduduk sekitar 40 juta orang. Dari sejumlah itu, sebanyak 45 ribu adalah orang Korea dan sisanya adalah kaum pendatang yang merantau atau sedang berkuliah di Korea.

Sebenarnya kehidupan sebagai  Muslim di Korea tidak seleluasa seperti di negara berpenduduk mayoritas Muslim. Mencari makanan halal di Korea sangat susah. Hanya di sekitar Moslem Center inilah  banyak restoran yang  menyediakan makanan halal. Jadilah kami cuma bisa makan enak tanpa was-was  hanya di sini. Selebihnya (karena hotel tempat workshop lumayan jauh dari Itaewon), kami cuma berani makan nasi dan sayur saja. Maka bisa dibayangkan tantangan kehidupan saudara-saudara  Muslim kita sehari-hari di sana.

http://sosbud.kompasiana.com/2009/11/19/ketemu-muslim-korea-di-seoul/…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s