Satu Semester di Korsel, Mahasiswa Unpad Kembangkan Potensi Diri

Mengikuti program pertukaran pelajar merupakan sebuah momen yang sangat berharga. Melalui program ini, kita dapat mengembangkan potensi diri dan juga berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai latar belakang sosial dan budaya. Tidak hanya itu, kita juga bisa lebih mengenal jati diri dan juga mengenal bangsa hingga meningkatkan rasa nasionalisme yang tinggi.

Setidaknya hal itulah yang dirasakan oleh lima mahasiswa Unpad yang mengikuti program pertukaran mahasiswa ke Ajou University, Korea selatan. Selama spring semester 2010 ini, Noveri Maulana, mahasiswa Ilmu Jurnalistik angkatan 2006, Friecy Nadia Amantha (Akuntansi, 2006), Raden Gilang Permana Kusumah (Perikanan dan Ilmu Kelautan 2006), Sandra Devi Rachmarani (Hubungan Internasional, 2006) dan Ben Octo Sinaga (Ilmu Pemerintahan, 2007) mengikuti beragam kegiatan di Korea Selatan selama satu semester, mulai Februari  hingga Juni 2010 di Kota Suwon, Korea Selatan.

“Selama satu semester, kita mengikuti perkuliahan rutin. Masing-masing mengambil empat hingga lima mata kuliah. Kuliahnya menggunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris dan satu kelas digabung dengan berbagai mahasiswa dari banyak negara,” ujar Ragil.

Menurut Ragil, sistem perkuliahan di Ajou University ini berbeda dengan universitas di Indonesia. Masing-masing mata kuliah diajarkan selama dua kali pertemuan setiap minggunya. Artinya, jika kita memiliki lima mata kuliah, maka kita akan mempunyai sepuluh kelas setiap minggunya.

Pengalaman serupa juga diungkapkan oleh Sandra. Sebagai mahasiswa tingkat akhir jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Sandra sangat tertarik untuk mempelajari  ilmu yang berkaitan dengan dunia internasional. Selama di Korea, Sandra memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi pengetahuan dengan berbagai mahasiswa dari berbagai macam negara.

“Salah satu kelas yang saya ambil ialah politics in developing countries. Di kelas ini, saya banyak dapat pengetahuan bagaimana pandangan orang tentang negara-negara berkembang. Tidak hanya itu, saya juga semakin memahami bagaimana implementasi ilmu politik internasional dari berbagai perspektif,” ujar Sandra.

Penerapan teknologi di Korea  juga menjadi salah satu hal yang menarik untuk diamati. Menurut Noveri, teknologi pendidikan di Korea memang lebih maju jika dibandingkan dengan Indonesia. Salah satu yang paling penting ialah bagaimana penerapan teknologi internet untuk menunjang proses belajar mengajar. “Di Ajou, setiap ruang kelasnya sudah dilengkapi dengan perangkat audio visual yang terhubung dengan jaringan internet. Jadi, dosen tidak perlu lagi untuk membawa laptop dan proyektor,” ungkap Noveri.

Noveri  juga menambahkan, proses belajar mengajar juga ditunjang dengan adanya e-class. Melalui e-class ini, mahasiswa bisa mengunduh bahan perkuliahan, mengirim tugas dan juga bisa berdiskusi dengan profesor dan juga dengan teman sekelas di luar jam perkuliahan. Tentu, hal ini dibantu dengan jaringan internet yang sudah tersedia di mana-mana di lingkungan kampus.

“Unpad telah memiliki sarana ini, tinggal bagaimana kita mengoptimalkannya saja, baik itu mahasiswa dan juga dosen serta seluruh staf penunjang,” tambahnya.

Selama di Korea, mahasiswa ini tinggal di asrama mahasiswa bersama ratusan mahasiswa lainnya yang berasal dari negara yang berbeda-beda pula. Pengalaman tinggal dengan orang yang berbeda budaya dan latar belakang juga menjadi hal yang menarik bagi mahasiswa-mahasiswa ini. “Masing-masing  ada yang tinggal berdua atau berempat dalam satu kamar. Tentu, punya teman sekamar dari berbagai negara sangat menambah pengalaman. Kita semakin bisa menghargai perbedaan budaya dan juga saling mengerti satu dengan lainnya,” ujar Friecy.

Mahasiswa Akuntansi ini sangat terkesan dengan international living experience yang ia rasakan selama tinggal di dormitory Ajou ini. Berbagi pengalaman dan juga bertukar cita rasa masakan menjadi salah satu kegiatan yang sangat menarik. Tentu, menurut Friecy, momen seperti ini adalah pengalaman yang sangat berharga dalam hidupnya.

Senada dengan Friecy, Ben juga memiliki pengalaman yang berharga selama tinggal di Korea. Menurut ben, orang-orang Korea memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi dalam kesehariannya. Tentu, hal ini merupakan sesuatu yang sepatutnya kita tiru dan teladani. “Mereka itu disiplin, pekerja keras dan memiliki etos kerja yang tinggi. Dari cara berjalannya saja, mereka sudah terlihat bersemangat dan selalu disiplin dalam setiap tindakannya,”  ujar Ben.

Tingkat belajarnya pun juga tinggi. Bahkan, menurut Ben, di musim ujian, perpustakaan menjadi tempat favorit untuk dikunjungi. Hal ini tentu sebuah otokritik bagi kita di Unpad. “Unpad juga memiliki perpustakaan yang bagus, namun, masih belum banyak civitas akademika yang memanfaatkannya dengan maksimal,” tambah Ben seperti dilansir situs Unpad.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s