Cerita Pagi Ini (1)

Pagi ini tak jauh berbeda dengan pagi-pagi sebelumnya..namun ada yang sedikit menarik perhatianku untuk  sejenak menyimak apa yang ditayangkan…sebuah acara reality show di salah satu stasiun tv swasta..walaupun tidak dari awal, tapi paling tidak bisa ku tangkap tema yang akan dibincangkan..Mengaji dan Shalat..cukup berbeda dengan tema-tema sebelumnya..

ku dengarkan saja sambil mulai melangkah mengambil sapu…kali ini di sebuah stasiun kereta api..

si pembawa acara mulai mencari mangsa di tengah kerumunan orang untuk kemudian diajak berbincang mengenai tema tersebut..tak berapa lama ia mencari, ia menemukan mangsanya..sebuah keluarga kecil yang hendak bepergian..seorang ibu, dengan 1 gadis manis dan 2 bocah lelaki…langsung saja ia bertanya kepada gadis manis itu..

“Dek, bisa ngaji?” langsung saja gadis itu menjawab, “Bisa.” si pembawa acara bertanya lagi, “Di sekolah suka nggak sama pelajaran agama?” dia menjawab lagi, “Suka.” Pembawa acara itu lalu mencoba menyuruhnya membacakan salah satu surat yang dia hafal..Dengan cekatan gadis itu mulai membacakan surat pembuka juz 30 yang berjumlah 40 ayat..Surat An-Naba’..baru membacakannya beberapa ayat, si adik menyela dan seolah tak ingin kalah dengan sang kakak..dengan lantangnya ia berkata, “Aku juga ngaji.” Si pembawa acara mengalihkan perhatian sejenak kepada bocah laki-laki itu. “Ngaji dimana dek?” Dia menjawab, “Ngaji sebelah.” (????) Ternyata maksudnya dia belajar mengaji di tetangga sebelah rumah yang kebetulan seorang ustadz…^^ Setelah itu giliran sang ibu yang diberikan pertanyaan..”Ibu hafal gak surat yang tadi?”..ketika ditanya seperti itu, sang ibu tak menjawab hanya tersipu dan bergegas berjalan menjauh sambil menggandeng tangan anaknya..pembawa acara itu masih terus mengejar dan berkata, “Ibu gak malu ya, masa’ anaknya hafal, ibu gak hafal.” Dan sekali lagi ibu itu hanya tersipu kemudian berlalu…

Pembawa acara itu kembali mencari mangsa baru..kali ini sebuah keluarga kecil yang duduk di tempat tunggu pemberangkatan..seorang bapak, ibu, bocah laki-laki dan seorang gadis. Langsung saja dia bertanya kepada bocah laki-laki itu. “Diajarin ngaji gak dek di rumah?” Dengan polosnya dia menjawab, “Nggak.” (entah itu jawaban polos yang jujur atau dia bercanda..^^). “Diajarin shalat gak dek di rumah?” Lagi-lagi jawaban yang sama, “Nggak.” Pembawa acara itu langsung saja bertanya kepada ibunya yang sedang duduk tak jauh dari tempatnya berdiri, “Loh, ibu ini gimana sih..anaknya kok gak diajarin ngaji..kok gak diajarin shalat?” Sang ibu pun tak mau dipersalahkan atas jawaban polos anaknya, “Udah kok mas..dia udah bisa.” Dan tanpa diduga bocah kecil itu menyahut, “Bapak itu gak bisa ngaji.” Si pembawa acara seperti tak percaya..kamera langsung menyorot wajah sang bapak yang tadinya duduk tenang, raut wajahnya mulai berubah kemerahan dan sedikit tersipu..si anak lalu mengulang kalimat yang baru saja diucapnya, “Iya, bapak itu gak bisa ngaji.” Pembawa acara itu, sambil bercanda kemudian berkata, “Wah Pak, ayo belajar ngaji, masa’ kalah sama anaknya.”

Si pembawa acara kemudian berjalan lagi tak jauh dari tempat terakhir..seorang bapak, ibu, dan anak perempuannya yang kira-kira masih di playgroup..lucu…dengan pipi tembem kemerahan, khas raut anak-anak..dia sepertinya terganggu dengan kedatangan pembawa acara itu..matanya terus terpaku pada sosoknya, dan kemudian memeluk erat tangan sang ibu..tak sepatah kata pun terucap ketika ia ditanya..hanya menggeleng dan menganggukkan kepala saja..dengan raut wajah yang tak berubah..seperti ketakutan..^^ Jadilah sang ibu yang menjawab pertanyaan..”Dia kalo di rumah cerewet..Dia sudah ngaji sampe iqro’ 3.” Karena bocah berpipi tembem itu tetap tak mau berbicara, si pembawa acara segera mengakhiri percakapannya dan berlalu untuk mencari mangsa berikutnya..

Lalu pelajaran apa yang bisa kita ambil dari percakapan sederhana yang diselingi canda itu?? atau justru kita memandangnya hanya sebagai bahan untuk ditertawakan???

to be continued..^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s