Untukmu Saudariku…

Selamat Datang…

Saudariku yang tekun mendirikan shalat dan berpuasa dengan penuh kepatuhan dan kekhusyukan.

Saudariku yang memakai hijab demi kesopanan, kewibawaan, dan kesucian diri.

Saudariku yang selalu belajar dan menelaah dengan penuh kesadaran dan ketulusan niat.

Saudariku yang selalu menepati janji, bisa dipercaya, dan jujur.

Saudariku yang selalu bersabar, mawas diri, dan bertobat dengan penuh penyesalan.

Saudariku yang selalu berdzikir, bersyukur dan berdoa.

Saudariku yang selalu menjadikan Asiyah, Maryam dan Khadijah sebagai teladan.

Saudariku yang tengah mendidik para calon ksatria dan mencetak orang-orang yang terhormat.

Saudariku yang selalu memelihara nilai-nilai adiluhung dan melestarikan suri tauladan.

Saudariku yang selalu takut dan menjauhi apa-apa yang diharamkan oleh Allah….

 

YA …!

Ya… untuk senyuman indahmu yang menghembuskan cinta dan mengalirkan kasih sayang kepada sesama.

Ya… untuk ucapan-ucapan baikmu yang membangun persahabatan sejati dan menjauhkan rasa dengki.

Ya… untuk dermamu yang membahagiakan si miskin, menyenangkan si fakir dan mengenyangkan si lapar.

Ya… untuk selalu bersanding dengan Al-Qur’an seraya membaca, menghayati, dan mengamalkannya sambil bertobat dan beristighfar.

Ya… untuk senantiasa berdzikir, beristighfar, memanjatkan doa, dan memperbaiki taubat.

Ya… untuk bekerja keras mendidik anak-anakmu dengan agama, mengajarkan sunah-sunah Nabi kepada mereka dan mengarahkan mereka kepada hal-hal yang bermanfaat.

Ya… untuk rasa malu dan hijabmu yang diperintahkan Allah. Itulah satu-satunya cara untuk memelihara kesucian dan kehormatanmu.

Ya… untuk hanya bergaul dengan wanita-wanita baik yang selalu takut pada Allah, mencintai agama, dan menjunjung tinggi nilai-nilainya.

Ya… untuk berbakti kepada kedua orang tua, menyambung silaturahim, menghormati tetangga, dan menyantuni anak yatim.

Ya… untuk membaca dan menelaah buku-buku yang bermutu dan bermanfaat.

 

TIDAK…!

Tidak… untuk menyia-nyiakan usiamu dengan hal-hal yang tak berguna: misalnya suka membalas dendam dan berdebat tentang perkara-perkara yang tiada bermanfaat.

Tidak… untuk mendewakan harta dan berupaya menimbunnya dengan mengorbankan kesehatan, kebahagiaan, tidur nyenyak dan istirahatmu.

Tidak… untuk mencari-cari kesalahan orang lain, menggunjingnya, dan melupakan kesalahan diri sendiri.

Tidak… untuk tenggelam dalam kenikmatan hawa nafsu dan menuruti segala yang diinginkannya.

Tidak… untuk menghabiskan waktu dengan para pengangguran dan bermain-main yang tiada mendatangkan faidah.

Tidak… untuk mengabaikan kebersihan badan, kerapian rumah, wewangian dan disiplin.

Tidak… untuk minuman-minuman yang diharamkan, rokok, syisyah dan segala sesuatu yang mengandung penyakit.

Tidak… untuk selalu mengingat musibah yang telah berlalu, bencana yang telah lewat, dan kesalahan yang telah terjadi.

Tidak… untuk melupakan akhirat dan bekal untuknya, serta mengabaikan keberadaannya..

Tidak… untuk menghambur-hamburkan harta dalam perkara-perkara yang diharamkan, hura-hura dan kemaksiatan.

 

MAWAR

Mawar Pertama : Ingatlah, Tuhanmu akan mengampuni orang yang minta ampunan, menerima taubat orang yang menyesali dosa-dosanya, dan menyambut setiap hamba yang kembali ke jalan-Nya.

Mawar Kedua : Sayangilah orang-orang yang lemah, niscaya engkau akan bahagia; bantulah orang-orang yang membutuhkan, engkau akan mendapat kepuasan; janganlah engkau tebarkan kebencian, agar engkau selalu selamat.

Mawar Ketiga : Optimislah, karena sesungguhnya Allah selalu bersamamu, para malaikat senantiasa memohonkan ampunan untukmu dan surga telah menantimu.

Mawar Keempat : Hapuslah air matamu dengan berbaik sangka kepada Allah. Usirlah segala duka dengan mengingat semua nikmat-Nya yang telah dilimpahkan kepadamu.

Mawar Kelima : Jangan pernah menyangka bahwa di dunia ini ada orang yang bisa mendapat kebahagiaan sempurna, karena tak seorang pun bisa memperoleh semua yang diinginkannya.

Mawar Keenam : Jadilah seperti pohon kurma; tinggi cita-citanya, kebal dari penyakit, dan bila dilempar dengan batu, ia membalas dengan buah kurmanya.

Mawar Ketujuh : Pernahkah engkau mendengar bahwa kesedihan dapat mengembalikan sesuatu yang telah berlalu dan duka lara dapat memperbaiki sebuah kesalahan? Bila tidak, untuk apa engkau bersedih?

Mawar Kedelapan : Janganlah mencemaskan datangnya ujian dan bencana, tapi songsonglah kenyamanan, kedamaian, dan kesehatan yang pasti datang atas izin Allah.

Mawar Kesembilan : Padamkan api kedengkian di dadamu dengan memaafkan semua yang pernah berbuat salah kepadamu.

Mawar Kesepuluh : Mandi, wudhu, wewangian, siwak, dan kerapian adalah obat mujarab untuk mengatasi segala kerisauan dan kesempitan.

 

BUNGA

Bunga Pertama : Jadilah seperti lebah; hanya hinggap di atas bunga-bunga yang semerbak harum dan di atas ranting-ranting yang segar saja.

Bunga Kedua : Engkau tak punya waktu untuk mengorek aib dan kesalahan orang lain.

Bunga Ketiga : Bila Allah sudah bersamamu, siapa lagi yang harus engkau takuti? Tapi, bila Allah menjadi musuhmu, kepada siapa lagi engkau akan berharap?

Bunga Keempat : Api kedengkian akan menggerogoti tubuh, dan terlalu mudah cemburu adalah laksana api yang membara.

Bunga Kelima : Bila engkau tak bersiap-siap sejak hari ini, maka hari esok tidak akan menjadi milikmu.

Bunga Keenam : Jauhilah tempat hura-hura dan kemaksiatan dengan keteguhan.

Bunga Ketujuh : Jadikanlah dirimu lebih elok dari taman bunga dengan akhlak.

Bunga Kedelapan : Biasakanlah berbuat baik, niscaya engkau akan menjadi manusia yang paling bahagia.

Bunga Kesembilan : Serahkan urusan makhluk itu kepada Penciptanya, orang yang mendengki kepada ajalnya, dan setiap orang yang memusuhimu pada kealpaannya.

Bunga Kesepuluh : Kenikmatan yang haram akan membuahkan penyesalan, kesengsaraan, dan azab yang sangat pedih.

 

– dari bagian pembuka buku MENJADI WANITA PALING BAHAGIA, Dr. ‘Aidh al-Qarni-

 

Mari senantiasa bermuhasabah saudariku…dan jadilah diri sendiri yang paling bahagia,,karena bahagiamu ada dalam dirimu..bukan orang lain..karena bahagiamu terselip dalam setiap proses yang kau lewati untuk menjadi diri yang selalu lebih baik..

Mari tersenyum untuk diri sendiri dan orang lain…tunjukkan betapa bahagianya kita menjadi seorang muslimah…

Semoga Allah selalu meridhai dan memberikan petunjuk pada setiap langkah kita…^^ aamiin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s