Aku Masih Mengingatnya…

hari ini tepat satu tahun yang lalu…Rabu, 16 Februari 2011
satu hari setelah aku pulang dari Singapura…
pagi itu aku yang sedang memantapkan hati untuk mencoba membuka diri pada seseorang yang tidak ku kenal..
terselip perasaan khawatir akan apa yang terjadi setelahnya..
aku sungguh tidak mengenal orang ini, bertemu dengannya pun tidak pernah…
melihatnya pun hanya dari foto yang dia simpan di akun fesbuknya..
asing.. sangat asing..
aku tidak pernah berkenalan dengan orang asing untuk hal penting semacam pernikahan..
ini untuk pertama kalinya.. rasanya aneh..
antara percaya dan tidak percaya pada laki-laki itu..
bagaimana bisa dia memilih untuk memberikannya padaku sementara dia sama sekali tidak mengenalku..
aku hanya berucap bismillah..
insya Allah laki-laki ini orang yang baik (berdasarkan sedikit deskripsi yang ku terima dari temannya), dia sudah dewasa, tentu tidak akan main-main untuk urusan pernikahan.
hanya itu yang menjadi pertimbanganku untuk mencoba menerimanya.. karena aku benar-benar tidak mengenalnya..
saat itu pun aku berpikir, kalaupun setelah berkenalan dengannya aku merasa tidak cocok, toh aku bisa menghentikan proses ini.
baiklah, ku coba meyakinkan diri untuk menerima..
aku yang tidak pernah membuat CV untuk kepetingan seperti ini, tentu saja bingung..
segera ku kontak temanku yang sudah pernah membuat CV untuk pernikahan, untuk meminjam dan menjiplak format CVnya..
pagi, siang dan sore… aku masih belum bisa menuliskan sesuatu pun… hanya ku baca CV temanku itu berulang-ulang..
mencoba memperkirakan apa yang akan ku tulis nanti..
tentang kriteria calon suami?? aku sendiri bingung, karena aku tidak pernah menetapkan kriteria macam-macam. cukuplah laki-laki itu orang yang paham ilmu agama dan nanti bisa membimbingku.
bahkan di CV temanku, sampai disebutkan kriteria fisik yang diinginkan. sedang aku sama sekali tidak memiliki kriteria apapun untuk itu…
semakin bingung,, masa iya aku hanya menuliskan satu kalimat di bagian itu..
aaahh, membuat CV saja aku tidak bisa. padahal malamnya harus ku berikan.. bagaimana ini???
sampai ba’da isya pun aku belum menuliskan apapun… bagaimana ini??? padahal sudah ditunggu…benar-benar kalut..
kalau temannya itu tidak terus mengingatkanku, pastilah jemariku ini tak bersegera menuliskannya..
menuliskannya dalam beberapa halaman saja, aku butuh waktu lama.. payah sekali.. begini ternyata rasanya..
setelah selesai menuliskannya, ku baca sekali lagi dari baris teratas sampai terbawah. ku rasa tak ada yang perlu ku tambahkan lagi. cukup…
cukup dan selesai pun bukan berarti aku segera menghubungi temannya dan mengirimkan padanya..
sampai temannya itu mengatakan padaku, dia sangat mengantuk, kapan bisa dia terima?
Akhirnya ku kirimkan juga, dan ku terima CV laki-laki itu..
Email itu pun tak segera ku buka, tak segera ku donwload file yang berisi CVnya.. tangan dan kakiku ku rasakan mulai dingin. degup jantungku lebih cepat dari sebelumnya…
wahai laki-laki yang jauh disana, tak taukah dirimu bagaimana rasanya aku malam itu?? gemetar….
Setelah ku download file itu, mulailah ku baca satu per satu…..
pelan-pelan sekali ku baca…(bagaimana ini, dia menuliskan semuanya dengan jelas dan rinci, tidak seperti CVku… pasti dia menertawakan CVku, atau bahkan marah dan mengira aku tidak sungguh-sungguh membuatnya…
bukan karena aku tidak sungguh-sungguh membuatnya, tapi karena aku tidak tahu apa yang harus ku tuliskan disana.. ini pertama kalinya aku membuat CV seperti itu.. Maaf ya Mas)
Selesai ku baca semuanya, mataku berkaca-kaca.. tanganku dan kakiku semakin dingin dan gemetar. ku kepalkan kedua tanganku seperti yang biasa ku lakukan saat aku gugup..
Sungguh aku terkejut… laki-laki itu sebenarnya tidak jauh. bahkan lingkunganku dan lingkungannya tak jauh beda. dan pastilah beberapa temanku mengenalnya..
tapi aku benar-benar tak pernah melihatnya…
Allah selalu tau waktu yang tepat untukku..
Dari semua yang ku baca, tak ada satu halpun yang aku tidak suka. Malah aku merasa dia sepertiku pada beberapa bagian.
Lalu setelah ini bagaimana? setelah ini aku harus melakukan apa?? ku lanjutkan atau ku hentikan?
jika ku hentikan, sedikitpun tak ada alasan syar’i yang bisa ku jadikan alasan kuat untuk menolaknya..
baiklah,, aku hanya berbekal bismillah..ku pilih untuk melanjutkannya…
Dan siapa mengira, sekarang, 1 tahun setelahnya, laki-laki asing itu, laki-laki yang tidak ku kenal itu adalah calon suamiku…
siapa yang mengira laki-laki itulah ternyata satu-satunya laki-laki yang datang meminangku.. dia yang pertama dan satu-satunya..
siapa yang mengira bahwa tak lama lagi laki-laki itu yang akan menikahiku..
siapa yang mengira bahwa bersama laki-laki itulah aku akan melanjutkan hidupku..
Calon suamiku,, tidakkah kau merasa Allah sangat menyayangi kita?
Semua itu tidak akan pernah terjadi tanpa campur tangan dan kehendak-Nya.. bukan begitu?
Kenapa Allah tidak membuatku mengenalmu sejak dulu? Kenapa Allah tidak membuatku bertemu denganmu sejak dulu? bahkan kenapa Allah tidak membuatku melihatmu sejak dulu?
Karena Allah tahu saat yang tepat kapan kita harus saling mengenal..
Karena Allah tahu saat yang tepat dimana kau pantas untukku dan aku pantas untukmu
Karena Allah tahu saat yang tepat dimana kau bisa menerimaku dan aku bisa menerimamu…

8 thoughts on “Aku Masih Mengingatnya…

  1. mbak,,, ini firda.

    subhanallah ya mbak. kemarin juga ada mbak kosku yang seperti itu. kami bahkan tidak tahu kapan ia mempersiapkan pernikahannya. yg kami tahu tiba-tiba ia memberikan undangan pernikahan sebelum kami liburan semester kemarin. kami sungguh sangat terkejut karena kami tak ada yang mengetahui kalau ia sedang ta’aruf sebelumnya. yang kami tahu hanya dia terlihat lebih bahagia.

    • eh..firda nyampe sini juga yah ternyata. ^^
      makasi ya udah berkenan mampir dan membaca plus ngasi komentar.
      alhamdulillah dek.. saat kita sudah sepenuhnya berserah pada Allah, insya Allah selalu ada jalan dari arah yang tidak disangka-sangka.
      mohon doanya yah dek, cerita tentang ini sedang dalam proses di penerbit. insya Allah akan terbit di sebuah buku antologi.
      nanti kalo bukunya udah terbit, beli ya. hehehe

      hanya ingin berbagi dengan saudara-saudara muslimah. semoga bisa bermanfaat.

      • iya… alhamdulillah kemarin lolos audisi untuk diterbitkan.
        insya Allah sekarang sedang diproses di penerbit.
        semoga bermanfaat untuk muslimah2 lainnya..
        agar berhati2 menjaga dirinya agar tidak terjerumus dalam proses ‘pacaran’ yang penuh mudharat. ^^

    • Rotul salam kenal….
      terima kasih sudah berkenan mampir baca tulisan ini…

      wanita harus pandai menjaga diri. karena nanti Allah akan menanyai kita untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan yang kita lakukan..
      ada banyak hal positif lain insya Allah yang bisa kita lakukan untuk membuat diri kita lebih baik dan lebih hebat…
      bukan dengan pacaran.. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s