Arsip

Ooo.. Ini Kantornya Pak Menpora…

Kompleks Kantor Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Senayan, Jakarta
15 Oktober 2010

Aku memulai perjalanan dari Malang dengan kereta Gajayana tujuan Jakarta pada sore hari tanggal 14 Oktober. Kali ini tidak sendirian. Ditemani 2 orang kawan yang juga berkepentingan ke Jakarta, Mas Budi dan Raka. Kalau tujuanku ke Jakarta untuk ikut mengikuti acara Indonesia-Korean Week, Mas Budi dan Raka akan menjadi pemateri pada sebuah acara workshop di salah satu universitas swasta besar di Jakarta.

Sepanjang perjalanan, aku banyak bertukar pikiran dengan Mas Budi.. tentang sebuah perjuangan mencari jati diri seorang anak manusia di tanah perantauan.. sungguh luar biasa..
Terima kasih sudah menularkan semangatnya padaku Mas.. walaupun belum bisa sehebat dirimu..
semoga suatu saat nanti juga bisa banyak dan lebih banyak berbagi untuk sekitar..

Sekitar jam 8.30 esok paginya kereta kami sampai di Stasiun Gambir Jakarta. Om-ku yang memang bekerja di Jakarta, tepatnya di seputaran Thamrin menjemput kami di stasiun. Kemudian kami naik taksi menuju daerah belakang Plaza Sarinah Thamrin dan sarapan. Setelah sarapan, Mas Budi dan Raka mengajakku ke kantor kemenpora. Mas Budi dan Raka sudah tidak asing dengan kompleks kantor ini, karena sudah sering mengikuti berbagai macam lomba yang diadakan kemenpora dan datang kesana. Ini pertama kali untukku.

Segera kami naik bus trans jakarta dari halte Sarinah Thamrin dan turun di halte FX Plaza, kemudian naik taksi sampai di kantor kemenpora.

Seharian disana, Mas Budi mengenalkanku pada beberapa orang penting di kemenpora. Salah satunya adalah Bapak Mirhan Tabrani, beliau adalah Kepala Bidang Deputi Pengembangan Sumber Daya Pemuda dan Hubungan Internasional. Mas Budi tahu sekali aku ingin ke Korea, jadi mengenalkanku pada Pak Mirhan. Pada Pak Mirhan aku menanyakan kegiatan-kegiatan kemenpora ke luar negeri. Ternyata Kemenpora  mempunyai program tahunan Pertukaran Pemuda, termasuk ke Korea. Sayangnya, aku terlambat. Peserta yang lolos untuk tahun 2010 sudah diumumkan. Hmm, belum rezekiku. Insya Allah ada jalan yang lain.
Mas Budi kemudian juga mengajakku melihat-lihat kantor kemenpora dan mengajakku bersilaturahim dengan bapak-bapak pegawai disana. Makan bakso di depan kantor juga…

Ooo… ini ya kantornya Pak Menteri. Begini ini kantornya Pak Menteri..
Baru pertama kali masuk kantornya orang penting.. hehehe
Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Jam pulang kantor, sudah bisa dipastikan jalanan Jakarta macet.
Kami bergegas pulang, menuju kantor om-ku. Karena aku akan menginap di rumah om di Bogor untuk 2 malam ke depan.

Sebelum pulang, tentu tidak lupa berfoto di depan kantor kemenpora. Kenang-kenangan kalau aku sudah pernah kesana. Hehe

Di Kantor Kemenpora

Wisma Menpora

Ooo.. Ini kantornya pak menteri

With Raka

Iklan

Pesona Pantai Selatan

Pantai Balekambang, Malang Selatan
5 Juli 2012

Setelah sekian lama tak melihat pantai, akhirnya bisa mencium aroma khas pantai lagi. Seharusnya tujuan awal adalah pantai balekambang. entah kenapa begitu sampai di pintu masuk area wisatanya, si tukang parkir ilegal mengatakan bahwa pengunjung belum boleh masuk sebelum jam 12 siang. padahal saat itu waktu baru menunjukkan jam 9 pagi. yang benar saja, sudah  jauh-jauh datang dari Malang, menyengaja datang pagi supaya tidak terlalu panas dan bisa main sepuasnya di pantai, malah belum boleh masuk.

Alhasil, tujuan pun berubah.. pinggiran pantai di dekat area wisata balekambang. hmm…bagus juga
Bersih, sepi.. tidak banyak orang. bisa main sepuasnya..

Indahnya pantai-pantai Indonesia…
Love beach so much…

Pantai Selatan…
Apa yang pertama kali muncul di pikiran kita saat orang lain menyebut pantai selatan?
Ombaknya yang besar… betul..
Dan satu lagi.. mitos Ratu Pantai Selatan, atau kalau orang Jawa biasa menyebut Nyi Roro Kidul..
Keberadaan Nyi Roro Kidul ini yang kemudian disangkutpautkan dengan beberapa pengunjung pantai yang tenggelam saat berenang di wilayah pantai selatan..

Saat sedang duduk2 dengan adikku di pinggiran pantai, ada seorang bapak berpakaian seragam kepolisian beberapa lama memandang ke arah laut. Setelah itu beliau datang menghampiriku dan adikku. Kemudian beliau berpesan “Mbak, jangan berenang disini ya. Di bawah sini ada ‘masjid’ besar”, sambil beliau menunjuk ke arah air tak jauh dari tempatku duduk.

Beberapa lama aku terdiam mencoba memproses pesan bapak polisi itu. Masjid??? Ooo, mungkin yang dimaksud bapak itu adalah istana Nyi Roro Kidul. hehe…
Wallahua’lam..
Allah memang menciptakan makhluk-makhluk yang tidak bisa kita lihat. Kita wajib percaya bahwa jin memang ada. Tapi mereka punya dimensi dunia mereka sendiri.

Diambil sisi positifnya saja, karena ombak di pantai selatan cukup besar jadi sebaiknya tidak berenang terlalu jauh ke tengah pantai. Bukan kemudian disangkutpautkan dengan makhluk lain yang ada disana. Banyak wisatawan yang tenggelam disana, mungkin karena tidak mengindahkan rambu-rambu berupa bendera merah yang tertancap kokoh di tiap pinggir pantai, tidak mengindahkan pesan orang-orang lain di tempat itu. Bukan tenggelam karena ditarik Nyi Roro Kidul. Termasuk mitos tidak boleh memakai pakaian warna hijau saat datang ke pantai selatan, karena Nyi Roro Kidul menyukai warna hijau.

Bukan.. bukan itu..
Yang harus kita pahami adalah dimanapun kita berada kita harus berhati-hati, kita harus menjaga sikap. Agar makhluk-makhluk lain di sekitar kita tidak merasa terganggu dengan kehadiran kita. Makhluk lain ini bukan hanya yang tidak terlihat ya, bisa juga hewan ataupun tumbuhan. Misalkan tidak berteriak-teriak sembarangan atau mengucapkan kata-kata kotor, tidak buang air sembarangan, tidak membuang sembarangan, tidak sembarangan mengambil benda-benda yang ada di suatu tempat. Kalau mau dianalogikan, seperti saat kita bertamu ke rumah orang lain.

Bumi Allah ini begitu luas.. ribuan makhluk ada disana dan Allah sudah menggariskan kehidupannya masing-masing..

Di daerah Malang selatan masih banyak pantai yang bagus. Semoga lain kali bisa menikmati ciptaan Allah yang lain..
Pantai Kondang Merak, Pantai Sendang Biru, Pulau Sempu, dan pantai-pantai lainnya..

Dinginnya Bromo

Perjalanan itu tak pernah terlupa walaupun sudah terlewat beberapa tahun..kurang lebih 5 tahun yang lalu..dalam momen Hari Raya Idul Fitri. Bersilaturahim dengan saudara di Pasuruan kemudian melanjutkan perjalanan ke Bromo.

Perjalan di sore hari dan tiba di penginapan sesaat sebelum waktu shalat maghrib tiba. Sepanjang perjalanan tak hentinya memandang agung ciptaanNya. Tak sedikit pun terlewat. Suasana sore yang dingin. Ku buka kaca jendela mobil lebar-lebar dan membiarkan udara segar dan dingin itu masuk dengan leluasa.. Subhanallah..menghirupnya dalam-dalam..NikmatMu tiada tara yang menjadi pertanda bahwa aku masih Kau berikan nikmat hidup..

Memandang hijau sawah dan perkebunan..terhampar bebas di depan mata..tak jauh beda dengan yang ku lihat di Batu. Yang membedakan hanyalah luasnya..

Sampai di sebuah penginapan sederhana…sungguh dinginnya menusuk tulang..belum pernah merasakan hawa dingin yang seperti itu di Malang..menginjak lantai kamar hotel seperti menginjak hamparan es tipis..dan ketika berwudhu pun merasakan dinginnya air…sangat dingin.

Segera ku hamparkan sajadah, bersujud pada Zat yang menggenggam hidupku..sungguh dingin..

Dan malam itu pun lelap dalam balutan jaket tebal yang tak ku lepaskan..

Pagi di Bromo sungguh indah..hawa dinginnya ramah menyapa..bersiap untuk mencapai puncaknya..sepanjang perjalanan menuju hamparan laut pasir kembali tak hentinya memuji indah ciptaan Yang Maha Indah..Subhanallah..hamparan laut pasir bagai tak bertepi..sungguh merasa kecil di antara sekian banyak ciptaanNya di bumi..jika kebanyakan orang memilih kuda, kami memilih berjalan kaki hingga sampai pada deretan anak tangga menuju puncaknya…cukup jauh..dan dingin..berkabut..indahnya..

Menapak satu per satu anak tangga, mulai tercium bau belerang dari kawahnya…beberapa kali terhenti di anak tangganya untuk sekedar menghela nafas dan memandang indah sekeliling…ketika sampai di tapi kawahnya,,rasa lelah itu terbayar sudah…dalamnya kawah..asap yang mengepul..bau belerang yang kuat..indahnya pandangan dari sana…

Lagi-lagi merasa diri ini sangat kecil..dan kesekian kalinya memuji agungMu Ya Rabb..Subhanallah..untuk pertama kalinya aku memandang langsung indahnya salah satu dari berjuta indah ciptaanMu..ingin kembali lagi kesana..merasakan kembali dinginnya..merasakan kembali butiran pasirnya..suatu saat nanti izinkan aku kembali mencapainya dan tak hentinya memuji kuasaMu..Bromo yang tak terlupa..