Tag Archive | 김치

Kimchi bokkeumbap (김치볶음밥)

Masih seputar olahan kimchi. Seperti yang saya tuliskan pada tulisan khusus tentang kimchi, kimchi bisa digunakan untuk campuran beragam makanan Korea lainnya. Kali ini saya membuat nasi goreng kimchi. Dalam bahasa Korea disebut kimchi bokkeumbap (김치볶음밥). Tak perlu lagi menambahkan bawang putih, bawang merah, garam dan gula. Sederhana bukan. Tapi rasanya tak kalah enak dengan nasi goreng yang biasa saya buat.

DSCF0573 edit

Bahan-bahannya adalah:
a. Nasi (untuk 2-3 porsi)
b. Kimchi (saya menggunakan kurang lebih 5 sendok makan kimchi)
c. Beberapa sendok air kimchi (saya menggunakan 2-3 sendok makan)
d. Air (saya menggunakan 3 sendok makan)
e. 2 sdm gochujang
f. 3 sdt minyak wijen
g. 1 sdt minyak (untuk menumis)

Cara membuat:
1. Panaskan minyak dan tumis kimchi selama kurang lebih 1 menit.
2. Tambahkan nasi. Kemudian aduk sebentar.
3. Tambahkan gochujang, air kimchi dan air. Aduk semuanya sampai merata. Air digunakan agar nasi tidak kering dan menempel di dasar penggorengan.
4. Tambahkan minyak wijen, aduk rata dan diamkan kurang lebih 1 menit sampai matang.

Rasanya gurih, pedas, dan minyak wijen membuat rasanya menjadi khas. Minyak wijen adalah salah satu bahan makanan yang sering digunakan dalam makanan-makanan Korea. Sederhana bukan?
Resep asli dan tutorialnya bisa dilihat disini ya http://www.maangchi.com/recipe/kimchi-bokkeumbap

Saya kemudian menambahkan bawang goreng untuk taburan dan 1 buah telur untuk lauk. Pada resep aslinya ditambahkan wijen dan kim (김). Kim adalah rumput laut kering. Mungkin kita lebih mengenalnya dengan sebutan nori, lembaran rumput laut kering yang biasa digunakan untuk membuat sushi dan kimbap (김밥) dalam bahasa Korea. Tapi karena kedua bahan ini tidak tersedia di rumah, jadi saya menggunakan bahan-bahan yang ada.

DSCF0578 edit

Selamat mencoba..

Kimchi (김치)

Adakah yang belum pernah mendengar nama kimchi?
Para pecinta drama Korea mungkin sudah tidak asing mendengarnya. Kimchi adalah makanan khas dari Korea Selatan, terbuat dari sawi putih (napa cabbage) mentah yang difermentasikan. Kimchi yang dibuat dari sawi putih disebut thongbaechu-kimchi (통배추김치). Menurut banyak penelitian, kimchi baik dikonsumsi untuk membantu menjaga sistem pencernaan. Kimchi juga mengandung banyak mineral-mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh, karena terbuat dari sayuran yang masih segar tanpa melalui proses dimasak.

Kimchi hampir selalu ada dalam daftar menu makanan setiap hari masyarakat Korea. Dosen bahasa Korea saya dulu pernah bercerita, mereka bahkan bisa makan nasi hangat hanya dengan lauk kimchi. Orang-orang Korea akan merasa menu makanannya tak lengkap tanpa kimchi.

Selain dari sawi putih, kimchi juga bisa dibuat dari kubis dan lobak. Kimchi lobak ini disebut kkakdugi (깍두기). Lobak dipotong dadu kemudian dicampur rata dengan bumbu kimchi dan difermentasikan. Sedangkan kimchi yang dibuat dari kubis disebut yangbaechu-kimchi (양배추김치)

Bagaimana rasanya? Rasanya pedas, asam dan sedikit asin. Mungkin akan terasa aneh di lidah orang Indonesia yang pertama kali mencobanya. Rasanya yang semakin asam menandakan bahwa kimchi sudah melalui proses fermentasi beberapa lama. Sekarang masyarakat Indonesia bisa dengan mudah menemukan kimchi di swalayan-swalayan besar. Bagi saya harganya cukup mahal, karena memang langsung diimpor dari Korea. Rasanya pun sudah cukup asam di lidah saya.

Ini adalah kimchi dalam kemasan yang saya beli tahun lalu di salah satu swalayan besar di Bogor. Tidak perlu khawatir, kimchi ini sudah mendapatkan label halal dari Korea Muslim Federation Halal Committee. Insya Allah halal dan aman.

10678770_890025001009045_864196217969942147_n edit

Lalu saya terpikir untuk mencoba membuatnya sendiri (karena terlalu mahal kalau membeli yang kemasan, hehe). Kimchi yang saya buat ini menggunakan resep yang sangat sederhana. Ini adalah tutorial untuk membuat kimchi dari kubis yang resepnya saya gunakan http://www.maangchi.com/recipe/yangbaechu-kimchi
Jika dalam tutorial tersebut menggunakan bahan dasar kubis, saya menggunakan bahan dasar sawi putih. Untuk resep dan cara membuatnya sama seperti dalam tutorial tersebut. Semua bahan yang saya gunakan adalah bahan lokal, yang bisa dengan mudah ditemukan di pasar.

Pertama yang saya lakukan adalah memilah lembaran sawi putih yang baik dan segar. Setelah itu saya potong-potong untuk memudahkan saya dalam proses pengasinan, karena saya tidak punya wadah yang cukup besar.

Kemudian saya taburi dengan garam secukupnya hingga merata dan diamkan selama kurang lebih 30 menit. Setelah 30 menit sawi putih akan mulai layu dan lentur. Saya aduk rata kembali dan didiamkan lagi beberapa menit.

Ini adalah sawi putih yang sedang diasinkan.

10155510_952467891431422_8481175338904222876_n edit

Setelah didiamkan lagi selama beberapa menit, saya membilas semua sawi putih ini dengan air mengalir sebanyak dua sampai tiga kali. Kemudian ditiriskan.

Langkah berikutnya adalah menyiapkan bumbunya. Bumbu untuk kimchi yang saya gunakan adalah: cabe bubuk, kecap ikan, sedikit kecap asin, bawang putih yang sudah dicincang halus, dan potongan daun bawang.
Saya juga menambahkan irisan wortel. Setelah bumbu tercampur rata saya mulai membalur sawi putih dengan bumbu kimchi.

Setelah semua sawi putih sudah terbalur dengan bumbu merah, saatnya kita meletakkannya dalam wadah kedap udara. Kimchi sudah dapat dimakan saat itu juga. Tapi tidak ada rasa asam karena belum melalui proses fermentasi.
Untuk proses fermentasi, letakkan wadah berisi kimchi ini pada suhu ruang kurang lebih selama 24 jam. Saya meletakkannya begitu saja di atas kulkas.

*Tips: masukkan kimchi ke dalam wadah sedikit demi sedikit sambil ditekan-tekan. Sehingga tidak terlalu banyak udara yang tertinggal di dalam.

DSCF0555 edit

Malam harinya, saya makan malam berteman kimchi. Yang saya buat lebih cocok di mulut saya, karena belum terlalu asam dan tidak terlalu asin. Alhamdulillah, percobaan pertama membuat kimchi berhasil..
Kimchi juga bisa digunakan sebagai campuran untuk beragam makanan Korea yang lain.. Tunggu eksperimen saya berikutnya ya.. ^^

DSCF0568 edit